Breaking News
Home » Berita » Sambil Manasik, Calhaj Pesan Oleh-Oleh Dan Tukar Mata Uang

Sambil Manasik, Calhaj Pesan Oleh-Oleh Dan Tukar Mata Uang

Sebanyak 522 Jamaah Calon Haji (Calhaj) dari Kabupaten Wonosobo siap diberangkatkan ke tanah suci. Dalam acara bimbingan manasik haji massal ketiga, Rabu 10 September 2014, Kepala Kantor Kementerian Agama Wonosobo, Drs H Muhtadin MSi mengatakan, jumlah tersebut didominasi oleh usia antara 50-59. Usia mapan yang selayaknya memang tak lagi terlalu memikirkan hal-hal berbau duniawi, dan lebih fokus untuk meningkatkan kualitas ibadah. Tak heran, ketika mempersiapkan keberangkatan ke tanah suci, mereka pun tak mau dipusingkan dengan urusan membeli oleh-oleh selama menjalani rangkaian prosesi ibadah haji. Salah satu strategi yang ditempuh, mereka memilih untuk menyiapkan oleh-oleh selagi masih berada di tanah air.

Seperti terlihat ketika acara manasik massal selesai, ratusan calhaj pun memadati beberapa outlet yang menyediakan aneka kebutuhan pendukung haji. Baju, mukena, matras, topi, hingga kacamata menjadi barang-barang yang laris dibeli. Sementara, pesanan oleh-oleh khas , seperti air zam-zam, kurma, kacang arab, hingga sajadah juga banyak dipilih para calhaj sebagai buah tangan ketika nantinya kembali ke tanah air. Ahmad Ridho (45), salah satu calon haji dari Kelurahan Kalianget mengaku memilih untuk menyiapkan oleh-oleh sebelum berangkat, demi kepraktisan dan tidak perlu repot membawa banyak barang ketika pulang nanti. Selain itu, dengan telah selesainya urusan oleh-oleh, Ridho yang berangkat bersama istri merasa lebih mudah untuk berkonsentrasi menjalankan rangkaian ibadah, baik wajib maupun sunnah, sebagaimana yang didapat selama manasik.

Alasan yang sama juga diungkapkan banyak calon haji lainnya. Tak hanya urusan oleh-oleh, bersamaan dengan usainya manasik massal tersebut, banyak di antara calon haji yang memilih menukarkan uang rupiah ke mata Real, mata uang resmi Saudi Arabia. Meski dari kurs resmi terhitung lebih mahal, para calhaj mengaku tidak terlalu keberatan, demi  meringankan urusan persiapan sebelum keberangkatan ke tanah suci.

Kekhusyukan ibadah selama menjalani prosesi Haji memang jadi target utama para calon haji. Demi hal tersebut, pihak Kantor Kemennag juga menyediakan 13 orang, yang didaulat untuk masuk ke tim pendamping haji daerah (TPHD) dan tim kesehatan haji Indonesia (TKHI). Bupati Wonosobo, HA Kholiq Arif bahkan mewanti-wanti, agar demi optimalnya pelayanan kepada para jamaah, setiap anggota TPHD maupun TKHI agar bekerja secara sungguh-sungguh memenuhi apa yang menjadi kebutuhan para tamu Alloh. Kepada para calhaj, Bupati juga secara tegas menyampaikan agar tak ragu-ragu melaporkan petugas yang justru sibuk dengan ibadah pribadi selayaknya calon haji.

Sumber: http://www.wonosobokab.go.id/index.php/berita/seputar-wonosobo/item/1116-melihat-kesibukan-calon-haji-kabupaten-wonosobo-sambil-manasik-pesan-oleh-oleh-dan-tukar-mata-uang

Sebanyak 522 Jamaah Calon Haji (Calhaj) dari Kabupaten Wonosobo siap diberangkatkan ke tanah suci. Dalam acara bimbingan manasik haji massal ketiga, Rabu 10 September 2014, Kepala Kantor Kementerian Agama Wonosobo, Drs H Muhtadin MSi mengatakan, jumlah tersebut didominasi oleh usia antara 50-59. Usia mapan yang selayaknya memang tak lagi terlalu memikirkan hal-hal berbau duniawi, dan lebih fokus untuk meningkatkan kualitas ibadah. Tak heran, ketika mempersiapkan keberangkatan ke tanah suci, mereka pun tak mau dipusingkan dengan urusan membeli oleh-oleh selama menjalani rangkaian prosesi ibadah haji. Salah satu strategi yang ditempuh, mereka memilih untuk menyiapkan oleh-oleh selagi masih berada di tanah air.…

Review Overview

User Rating: Be the first one !
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*