Breaking News
Home » Berita » Pembentukan Tim Pengawasan Orang Asing (Pora) tingkat Kabupaten dan Kecamatan se-Kabupaten Purworejo Tahun 2019

Pembentukan Tim Pengawasan Orang Asing (Pora) tingkat Kabupaten dan Kecamatan se-Kabupaten Purworejo Tahun 2019


Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kantor Wilayah Jawa Tengah bersama Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo membentuk Tim Pengawasan Orang Asing (Pora) tingkat Kabupaten dan Kecamatan se-Kabupaten Purworejo Tahun 2019. Pengukuhan Tim Pora dilakukan oleh Kepala Divisi Keimigrasian Kemenkumham Kanwil Jawa Tengah, Esti Winahyu Nur Handayani, di Pangena Resto Purworejo pada hari Kamis tanggal 28 November 2019.
Tim beranggotakan 16 orang di tingkat kecamatan dan 5 orang di tingkat kabupaten, setelah pembentukan Tim Pora dilanjutkan dengan rapat yang diikuti seluruh anggota tim, Forkopimda, Forkopimcam, dan dinas/instansi terkait.
Meski Purworejo merupakan kota kecil, potensi orang asing melakukan tindakan ilegal tetap ada. Apalagi Purworejo berada pada posisi yang berdekatan dengan Yogyakarta dan bandara internasional di Kulonprogo. Kadivim menegaskan, cyber crime merupakan perbuatan yang paling perlu diwaspadai. Khusus untuk Jawa Tengah sudah ada tindakan terhadap 13 orang asing yang melakukan praktek tersebut.
Meskipun demikian Kadivim menghimbau agar masyakarat tidak alergi dengan orang asing, terlebih kepada wisatawan karena mereka datang untuk menikmati keindahan alam Indonesia.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo, I Gusti Ketut Arief Rachman Hakim, menyampaikan, pembentukan Tim Pora tingkat kabupaten sampai dengan tingkat kecamatan dilakukan untuk meningkatkan sinergitas di antara berbagai instansi pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan mengingat potensi ekses negatif dari kemudahan perlintasan manusia. Misalnya masuknya ideologi dan budaya asing yang tidak sesuai, peningkatan tindak kejahatan transnasional, serta peningkatan jumlah para pencari suaka.
Kepala Kantor berharap, melalui Tim Pora tingkat kecamatan, masyarakat dapat melaporkan keberadaan dan kegiatan orang asing baik secara langsung maupun melalui Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) secara online yang dapat diunduh 24 jam.