Breaking News
Home » Berita » Imigrasi Deportasi 12 WNA Dari Aceh

Imigrasi Deportasi 12 WNA Dari Aceh

Meulaboh, 16/2 (ANTARA Aceh) – Imigrasi melakukan pemulangan (deportasi) terhadap 12 warga negara Tiongkok yang tertangkap beraktivitas pada pertambangan emas Gampong (desa) Tutut, Kecamatan, Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II-B Meulaboh, Yan F Marcos di Meulaboh, Senin mengatakan selain di deportasi kenegara asalnya, ke 12 Warga Negara Asing Republik Rakyat China (WNA-RRC) akan dicekal tidak boleh masuk ke Indonesia selama 6 bulan.
“Sanksi administrasi Visanya dicekal selama enam bulan, mereka punya izin datang ke Indonesia tapi tidak punya izin tinggal untuk berkerja dipertambangan emas, hari ini semuanya kita deportasi,”katanya.
Didampingi Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Taufiq H menjelaskan, seluruh WNA tersebut diberangkatkan melalui bandara Cut Nyak Dhien Meulaboh-Nagan Raya-Kualanamu (Medan), kemudian seluruhnya diangkut pesawat Air Asia dari Kuala Lumpur Malaysia-Guangzhou Baiyun International Airport.
Tidak ada pengawalan dari pihak pemerintah Indonesia sampai kenegara asal mereka sebab status mereka dipulangkan karena menyalahgunakan visa izin tinggal, diperkirakan seluruhnya tiba di Tiongkok pada Selasa (17/2) pukul 12.30 waktu setempat.

Dia menjelaskan, sampai saat ini sudah tidak ada lagi perkerja dari luar beraktivitas dikawasan pertambangan emas Gampong Tutut, Aceh Barat, apalagi kawasan itu termasuk salah satu daerah yang terus dipantau dari masuknya orang asing.

“Disana sudah tidak adalagi WNA, sejak tertangkap awal Februari 2015 dilakukan pengembangan dan seluruhnya sudah pernah ditahan sebelum dipulangkan, semuanya hanya memiliki Visa B-211,”imbuhnya.
Ke 12  WNA tersebut yakni Wang Deling (47 tahun), Huang Tan (57), Cheng Yonghong (46), Jiang Zuohua (48), Liu Yuping (36), LI Xinghong (46), Jiang Jili (57), Liang Shiliang (46), Zhang Zhenggang (43), Jiang Ronghua (52), Li Xingyong (48), Liang Zezhe (26).

Sementara itu Humas Koperasi Putra Putri Aceh (KPPA) Gampong Tutut, Sungai Mas Zulfakar kepada wartawan menyampaikan, pihaknya sebatas memberikan lahan kepada WNA Tiongkok tersebut akan tetapi tidak mengetahui legalitas keberadaan mereka.

“Kami tidak ada urusan dengan izin tingal atau izin apapun, kami hanya menyediakan lahan untuk mereka menambang emas, apalagi mereka adalah pekerja perusahaan emas besar yang ada di Jakarta,”katanya.
Pria yang akrap disapa Pakar ini menghubungi sejumlah awak media di Meulaboh memperjelas keterkaitan KPPA dalam penangkapan 12 WNA Tiongkok berada di wilayah pertambangan emas rakyat dikelola mereka.
Dirinya juga mengatakan, bahwa kawasan pertambangan mereka di Tutut, Sungai Mas bukanlah usaha perusahaan pertambangan emas, akan tetapi sejak dimulai usaha pengalian emas secara manual sampai saat ini berstatus koperasi usaha pertambangan rakyat karena pekerja adalah warga setempat.

Editor: Salahuddin Wahid

Meulaboh, 16/2 (ANTARA Aceh) - Imigrasi melakukan pemulangan (deportasi) terhadap 12 warga negara Tiongkok yang tertangkap beraktivitas pada pertambangan emas Gampong (desa) Tutut, Kecamatan, Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh. Kepala Kantor Imigrasi Kelas II-B Meulaboh, Yan F Marcos di Meulaboh, Senin mengatakan selain di deportasi kenegara asalnya, ke 12 Warga Negara Asing Republik Rakyat China (WNA-RRC) akan dicekal tidak boleh masuk ke Indonesia selama 6 bulan. "Sanksi administrasi Visanya dicekal selama enam bulan, mereka punya izin datang ke Indonesia tapi tidak punya izin tinggal untuk berkerja dipertambangan emas, hari ini semuanya kita deportasi,"katanya. Didampingi Kepala Seksi Pengawasan dan…

Review Overview

User Rating: Be the first one !
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*