Breaking News
Home » Berita » Potensi Imigran Gelap Tinggi, Imigrasi Terus Lakukan Pencegahan

Potensi Imigran Gelap Tinggi, Imigrasi Terus Lakukan Pencegahan


Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo bakal terus awasi dan perketat pada sejumlah imigran yang hendak berlabuh ke luar negeri. Hal ini dilakukan pihak imigrasi sebagai langkah pencegahan agar tidak terjadi penyalahgunaan pembuatan paspor.

Menurut Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo, I Gusti Ketut Arief Rachman Hakim,SH,MM saat ini tengah marak fenomena warga Indonesia yang dipekerjakan di luar negri, khususnya secara ilegal menjadi korban percaloan, dengan modus kawin kontrak.

“Dalihnya adalah kawin dengan orang china yang kaya raya. Ternyata itu banyak yang tergiur,” terangnya.

Umumnya, warga yang tergiur untuk kawin kontrak adalah perempuan yang belum menikah atau sudah menjadi janda. Kasus tersebut sudah terjadi di Kalimantan dan Jawa Barat. Alih-alih dikawinkan dengan konglomerat, mereka justru dijadikan sebagai budak. Buruh kasar tanpa diberi upah secara layak. Bahkan tidak sedikit yang mengalami penyiksaan secara fisik oleh para suami yang mengontrak korban itu.

“Beruntung. Khususnya untuk di Kabupaten Wonosobo, laporan semacam ini belum pernah terjadi. Dan mudah-mudahan saja tidak pernah ada,” katanya.

Oleh karenanya, pihaknya terus mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh pada rayuan yang diberikan para calo. Saat akan dipekerjakan di luar negeri secara nonprosedural. Mengingat Kabupaten Wonosobo sebagai salah satu penyumbang tenaga kerja yang cukup besar di wilayah Jawa Tengah.

“Saya meyakini bahwa masyarakat di Wonosobo sudah faham. Sebab bagi mereka yang akan bepergian sudah mengikuti prosedur dari para biro khusus penyalur tenaga kerja,” akunya.

Untuk tidak mudah tergiur dengan iming-iming bergaji besar dari para calo illegal, pihaknya menyarankan supaya bisa memilih agen resmi yang telah terdaftar di Dinas Tenaga Kerja. Sebab pada satu tahun 2018 saja, pihak imigrasi telah menolak lebih dari 257 orang.

“Untuk tahun ini. Hingga Juni saja sudah seratus lebih yang kita tolak. Sebab diduga akan menggunakan jalur nonprosedural. Yang jelas petugas kita pasti tahu jika ini calon TKI yang resmi ataupun tidak,” paparnya.

Satu hal yang menurutnya mudah diketahui saat calon ini akan menggunakan biro ilegal. Adalah dengan melihat visa yang digunakan saat hendak pergi. “Biasanya yang ilegal ini akan menggunakan visa melancong ke luar negeri. Dengan ijin berapa hari disana. Namun dalam keterangannya kan harus jelas. Apakah dari kalangan mampu atau tidak misalnya,” tutur I Gusti Ketut Arief.

Oleh karenanya pencegahan seperti ini harus terus di dengungkan supaya tidak sampai memakan korban.

Baca selengkapnya di : https://radarsemarang.jawapos.com/2019/06/28/potensi-imigran-gelap-tinggi-imigrasi-terus-lakukan-pencegahan/ atau di https://wonosobo.sorot.co/berita-3625-kantor-imigrasi-cegah-kasus-perdagangan-manusia-bermodus-kawin-kontrak.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*